Posts

Programmer Satu Bahasa, Satu Tuhan: Sebuah Aliran Sesat Modern

April 10, 2025
Di dunia nyata, fanatik itu wajar. Tapi fanatik sama bahasa pemrograman? Itu next level. Itu udah kayak masuk aliran sesat versi digital. Bayangin ada orang yang cuma mau makan nasi doang. Nggak mau mie. Nggak mau roti. Nggak mau kentang. Pokoknya NASI. Nah, itulah kira-kira developer yang cuma mau ngoding pake satu bahasa doang.
Ada aja tipe developer kayak gini:
"Frontend? Harus React! Vue haram! Svelte bid'ah! SolidJS syirik!"
"Backend? Harus Laravel! Express itu jalan sesat! Golang itu ajaran barat! Rust itu cult baru!"
Sebegitunya sampe kalau disuruh belajar bahasa lain, reaksinya kayak disuruh pindah agama. Padahal, bahasa pemrograman itu... ya alat kerja. Bukan kitab suci. Bukan identitas diri. Bukan juga tiket surga job remote.
Klien nggak peduli kamu pake Python, Go, Rust, atau Javascript. Yang penting:
  • Selesai
  • Cepat
  • Murah
Perusahaan nggak peduli kamu Laravelers garis keras. Yang penting kodenya nggak kayak mie goreng abis diaduk anak kecil.
Dunia coding itu kaya.
Kalo cuma stuck di satu bahasa dan alergi belajar lain...
Lu bakal kayak katak dalam kubangan framework.
Ketika dunia pindah haluan...
Ketika project butuh stack baru...
Ketika market berubah...
Lu cuma bisa bilang:
"Tapi... JavaScript agama saya..."
Bro, client nggak peduli bahasa apa.
Yang penting: Selesai. Jalan. Berfungsi.

  1. Jadi males belajar hal baru.
  2. Jadi nggak mau keluar dari comfort zone.
  3. Jadi gampang nyinyir di Twitter.
  4. Jadi susah berkembang.
Dan puncaknya:
"Kok gajiku segini-gini aja ya?"
Bro... karena duniamu sekecil for loop tanpa break.
Polyglot = bisa banyak bahasa. Bukan berarti harus jago semua. Tapi minimal ngerti konsep dasarnya. Karena teknologi itu kayak makanan all you can eat. Sayang banget kalo hidupmu cuma makan nasi putih doang, padahal sebelah ada steak, ramen, sushi, pizza, kebab, sate padang, dan JavaScript (yang kadang rasanya kayak lotek basi).
Boleh kok suka banget sama satu bahasa. Tapi jangan sampe jadi fanatik buta. Karena dunia programming itu luas banget. Gue bukan bilang nggak boleh cinta sama satu bahasa. Tapi jangan jadi blind follower yang anti belajar hal baru. Karena di dunia nyata... Programmer terbaik itu bukan yang paling religius sama syntax...
Tapi yang paling fleksibel dan adaptif.
"Belajar bahasa baru bukan berarti murtad."
Itu namanya upgrade. Yuk, jadi programmer yang open-minded. Bukan cuma open-source doang.
Tapi juga open-heart sama teknologi lain.
Dan ingat: Tuhan aja nyiptain manusia beda-beda, masa kamu nyiptain project isinya cuma PHP semua dari dulu sampe kiamat? Peace, Love, dan jangan lupa makan selain nasi.